Gandeng Kemenag dan MUI, Polisi Ajak Pengikut Nabi Palsu di Tana Toraja Insyaf

Jufri Tonapa, Herman Amiruddin · Rabu, 04 Desember 2019 - 10:15 WIB
Gandeng Kemenag dan MUI, Polisi Ajak Pengikut Nabi Palsu di Tana Toraja Insyaf
Warga yang menjadi pengikut ajaran nabi palsu di Tana Toraja diperiksa polisi. (Foto: Okezone).

TORAJA, iNews.id - Sejumlah warga di wilayah Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang menjadi pengikut nabi palsu, Paruru Daeng Tau, mendapatkan bimbingan agama dari Kementerian Agama bersama Majelis Ulama Indonesia. Mereka diminta tidak menjadikan ajaran sesat tersebut sebagai pedoman.

Paur Humas Polres Tana Toraja, Aiptu Erwin mengatakan, informasi sementara ini ada 50 orang pengikut nabi palsu Paruru Daeng Tau. Mereka merupakan tetangga dan kerabat dekat pelaku di Dusun Mambura, Desa Lembang Buntu Datu, Kecamatan Mengkendek.

BACA JUGA: Pria Mengaku Nabi Terakhir Dilaporkan ke Polisi, MUI Tana Toraja: Ini Penistaan Agama

"Ada delapan kepala keluarga (KK), dan sejumlah masyarakat yang terpapar paham aliran sesat nabi palsu ini," kata Erwin di Mapolres Tana Toraja, Sulsel, Rabu (4/12/2019).

Upaya yang dilakukan, kata dia, pihak kepolisian bersama Kementerian Agama (Kemenag) dan Majelis Uama Indonesia (MUI) Tana Toraja langsung bergerak mengembalikan pemahaman warga.

Langkah untuk menginsyafkan warga, kata dia, sudah mulai membuahkan hasil. Karena pantauan dari petugas, sejumlah warga yang sempat menjadi pengikut nabi palsu Paruru Daeng Tau sudah kembali melaksanakan salat.

BACA JUGA: Viral, Pria di Tana Toraja Sulsel Mengaku sebagai Nabi dan Rasul Terakhir

"Langkah selanjutnya mereka akan diberikan tausiyah setiap Jumat," ujar dia.

Untuk memastikan pemahaman warga, ulama dari Kemenag dan MUI bersama kepolisian akan memonitoring pergerakan mereka. Selain itu, mereka juga akan mendapat bimbingan pemahaman agama secara rutin.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal