Fenomena Lubang Raksasa di Maros, Ahli: Itu Sinkhole karena Pelarutan Bebatuan Tanah

Wahyu Ruslan ยท Rabu, 25 Desember 2019 - 12:30 WITA
Fenomena Lubang Raksasa di Maros, Ahli: Itu Sinkhole karena Pelarutan Bebatuan Tanah
Kondisi lubang raksasa di Maros semakin membesar. (Foto: iNews/Wahyu Ruslan).

MAROS, iNews.id - Fenomena lubang raksasa di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), terjadi karena tanah amblas atau sinkhole. Kondisi ini terjadi karena adanya aliran air yang mengikis dinding tanah secara terus menerus.

Ahli geologi dari Universitas Hasanuddin Makassar, Andi Maulana mengatakan, fenomena ini disebut sebagai sinkhole. Lubang tersebut muncul lantaran adanya proses pelarutan bebatuan.

"Sinkhole disebut juga lubang di permukaan bumi akibat tanah amblas," kata Andi kepada iNews di Kota Makassar, Sulsel, Rabu (25/12/2019).

Menurut dia, ada sejumlah daerah di Sulsel yang memang tanahnya tersusun dari jenis bebatuan gamping. Material tersebut dinilai mudah sekali larut oleh air tanah, sehingga terjadilah longsor yang kemudian memunculkan sinkhole.

'Ada beberapa daerah rawan, di antaranya Maros dan Pangkep," kata dia.

Upaya mitigasi yang dapat dilakukan yakni dengan menutup lubang tersebut. Caranya menimbun material bebatuan dan menutup aliran-aliran air,, sehingga pondasi tanah tidak terus terkikis.

Jika tidak, lubang yang ada di Dusun Tana Takko, Desa Lebbo Tangae, Kecamatan Cenrana ini akan semakin membesar. Hal ini pun dirasakan oleh masyarakat setempat yang melihat diameter lubang pada Rabu (25/12/2019) kian melebar.

"Iya, semakin lebar. Tadinya hanya sekitar 10-15 meter, saat ini mungkin diameternya kira-kira 20 meter-an," ujar Kepala Desa Lebbo Tangae.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal