DAS Jeneberang Dinilai Kritis, BNPB Sebut Akan Jadi Ancaman Bencana Permanen

Sindonews, Herni Amir ยท Rabu, 22 Januari 2020 - 16:55 WIB
DAS Jeneberang Dinilai Kritis, BNPB Sebut Akan Jadi Ancaman Bencana Permanen
Kondisi DAS Jeneberang yang disebut dalam kondisi kritis dan rawan bencana. (Foto: Sindonews).

GOWA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai belasan ribu hektare lahan di kawasan daerah aliran sungai (DAS) Jeneberang dalam kondisi kritis. Kondisi ini dapat menimbulkan kerawanan bencana permanen.

Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Lilik Kurniawan, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Gowa yang melakukan menanam vetiver dan tanaman keras lainnya untuk solusi jangka panjang.

"Sebab daerah hulunya sudah kritis," kata Lilik di sela atihan peringatan dini dan evakuasi banjir sungai Jeneberang di Kelurahan Pangkabinanga Kecamatan Pallangga, Rabu (22/01/2020).

BACA JUGA: Viral Fenomena 2 Matahari di Makassar, Begini Penjelasan BMKG

Kondisi tersebut juga sesuai dengan data Kementerian Lingkuhan Hidup (KLH) pada 2019 lalu. Untuk menyiasati kondisi ini, perlu ada langkah antisipatif dari beberapa kabupaten/kota, karena DAS Jeneberang melintasi daerah lain di Sulsel.

Untuk itu, pihaknya meminta agar Pemprov Sulsel ikut andil berperan dan turut melibatkan jajaran TNI/Polri. Kemudian perguruan tinggi seperti Unhas diharapkan dapat memberikan masukan serta kajian komprehensif mengenai kondisi ini.

BACA JUGA: BMKG Imbau Nelayan Waspadai Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Selat Makassar

"Kajian itu akan menjadi dasar solusi jangka panjang tanpa menyampingkan solusi jangka pendek," ujar dia.

Menurut dia, penting bagi warga di sekitar DAS Jeneberang memahami deteksi dini. Dengan begitu, masyarakat sigap dan dapat mencegah jatuhnya korban jiwa.

"Informasi juga harus sampai ke masyarakat terutama yang rawan bencana di sepanjang Sungai Jeneberang," ujar dia.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal