Cerita Kiai Hasyim Asy'ari sebelum Terima Rumusan Pancasila, Jalani Tirakat untuk Memohon Petunjuk

Kastolani ยท Senin, 31 Mei 2021 - 13:25:00 WITA
Cerita Kiai Hasyim Asy'ari sebelum Terima Rumusan Pancasila, Jalani Tirakat untuk Memohon Petunjuk
KH Hasyim Asy`ari (Foto : nu.or.id)

MAKASSAR, iNews.id - Hari Lahir Pancasila diperingati tiap 1 Juni. Pancasila merupakan dasar negara dan falsafah bangsa Indonesia. Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari memiliki cerita unik sebelum menerima rumusan Pancasila.

Kiai Hasyim Asy'ari melakukan tirakat atau menjalani laku spiritual dengan memohon petunjuk kepada Allah SWT untuk mencapai sesuatu yang diinginkan.

Tirakat tersebut di antaranya dengan menjalankan puasa tiga hari, mengkhatamkan Al Qur'an, sholat istikharah dan membaca surat Al Kahfi hingga puluhan kali.

Berikut ritual lengkap KH Hasyim Asy'ari saat menerima rumusan Pancasila.

"Ketika Pancasila Datang Kepadaku...
Aku meminta petunjuk Allah Dengan puasa 3 hari, mengkhatamkan Al-Qur'an dan membaca Al Fatihah sampai pada ayat 'iyya kana budu waiya kanastain' aku baca 350 kali. Setelah puasa 3 hari aku lanjutkan shalat istikhoroh 2 rakaat, pada rokaat pertama aku baca surat At Taubah 41 kali , rokaat kedua surat Al Kahfi 41 kali. Sebelum tidur aku membaca ayat terakhir surat Al Kahfi 11 kali. Maka Aku Ridho. Pancasila sebagai dasar perekat bangsa dan menjadi ideologi Negara Indonesia".

Ketua PBNU, KH Marsudi Syuhud mengatakan, Pancasila yang saat ini menjadi dasar negara Indonesia sudah disetujui oleh Kiai-Kiai NU dan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. 

Pada Muktamar NU ke 25, dibuat sebuah keputusan dari hasil musyawarah yang dihadiri oleh sebelas Kiai sepuh NU dalam menentukan tokoh yang akan memimpin NKRI ini. Hal itu tertuju kepada dua nama besar yakni Soekarno dan Hatta. 

Kiai Marsudi menjelaskan, dari hasil musyawarah itu, Soekarno terpilih dengan sepuluh suara dan Hatta satu suara. Namun akhirnya keduanya dijadikan dwitunggal dalam memimpin NKRI ini yakni Presiden dan Wakil Presiden.

Peranan NU dalam kemerdekaan Indonesia tidak hanya sebatas itu. Dasar negara atau saat ini dikenal dengan Pancasila merupakan hasil persetujuan Kiai Kiai NU.

"Pancasila saat ini disetujui oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dan kiai-kiai NU melalui istikharahnya. Pembuatan dasar negara itu juga tidak terlepas dari arahan dan saran dari Hadratussyaikh dan kiai kiai NU," ujarnya.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal