get app
inews
Aa Text
Read Next : BNPB Kerahkan 3 Pesawat untuk Modifikasi Cuaca di Jateng, Atasi Banjir

Breaking News: Tim SAR Temukan Badan dan Ekor Pesawat ATR di Bulusaraung Pangkep

Minggu, 18 Januari 2026 - 09:58:00 WITA
Breaking News: Tim SAR Temukan Badan dan Ekor Pesawat ATR di Bulusaraung Pangkep
Tim SAR menemukan badan dan ekor pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di puncak Gunung Bulusaraung, Pangkep. (Foto: iNews)

PANGKEP, iNews.id – Titik terang pencarian pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar yang hilang kontak akhirnya terungkap. Tim SAR gabungan memastikan telah melihat objek yang diduga kuat badan dan ekor pesawat di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026) pagi. 

Temuan ini dikonfirmasi setelah kru helikopter dari Lanud melakukan pemantauan udara dan koordinasi dengan Tim Aju yang melakukan penyisiran darat menuju puncak gunung. 

Operasi udara dimulai sejak pukul 06.30 WITA saat helikopter lepas landas menuju zona pencarian. Hanya dalam waktu kurang dari dua jam, perkembangan signifikan dilaporkan oleh kru udara.

Pukul 07.46 WITA, terpantau serpihan kecil berupa jendela (window) pesawat. Berselang 3 menit, tim SAR melihat serpihan besar yang merupakan bagian badan dan ekor pesawat di lereng bagian selatan, tepatnya di bawah tebing dari arah puncak utara Gunung Bulusaraung. 

"Hasil pemantauan udara sangat jelas, badan pesawat beserta ekor sudah terlihat di lereng. Lokasinya berada di sebelah utara puncak, masuk wilayah Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci," ungkap Kepala Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan. 

Meskipun lokasi sudah teridentifikasi, proses evakuasi fisik belum dapat dilakukan sepenuhnya. Tim Aju yang sudah berada di sekitar lokasi melaporkan bahwa medan menuju titik badan pesawat sangat terjal dengan kemiringan ekstrem. Selain itu, kabut tebal yang menyelimuti lereng gunung membatasi jarak pandang tim di lapangan. 

Untuk menjaga keselamatan personel, Tim SAR memutuskan untuk tidak menggunakan jalur pintas yang berisiko tinggi. Evakuasi akan tetap diarahkan melalui jalur pendakian yang dinilai paling aman meski membutuhkan waktu lebih lama.

Skala operasi kini meningkat menjadi operasi evakuasi besar-besaran. Sebanyak 476 hingga 500 personel SAR gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan telah disiagakan di posko utama Desa Tompobulu. 

"Kami melakukan asesmen mendalam di sekitar lokasi penemuan. Operasi dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan personel mengingat kondisi geografis pegunungan karst yang sangat berbahaya," kata Andi Sultan. 

Tim SAR memastikan upaya evakuasi akan terus dilakukan tanpa henti hingga seluruh kru dan penumpang berhasil ditemukan dan dievakuasi dari lereng Gunung Bulusaraung.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut