BPS: Jumlah Warga Miskin di Sulsel Berkurang 46.000 Jiwa

Sindonews ยท Rabu, 16 Januari 2019 - 11:24 WIB
BPS: Jumlah Warga Miskin di Sulsel Berkurang 46.000 Jiwa
Ilustrasi warga miskin. (Foto: Okezone)

MAKASSAR, iNews.id - Jumlah warga miskin di Sulawesi Selatan (Sulsel), mengalami penurunan yang cukup signifikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel menunjukkan jumlah warga miskin pada September 2018 menurun sebesar 46.330 jiwa.

Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Sulsel, Fahruddin menyebut, saat ini jumlah warga miskin di Sulsel tercatat kurang lebih 779.640 jiwa. Sebelumnya, pada bulan September 2017 jumlah warga miskin di Sulsel mencapai 825.970 jiwa dan mengalami penurunan sebesar 8,87 persen.

Jika dilihat dari daerahnya, jumlah penduduk miskin terbesar berasal dari desa yakni 610.940 jiwa atau sebesar 12,15 persen. Sedangkan dari daerah perkotaan, warga miskin di Sulsel hanya mencapai 168.700 jiwa atau sebesar 4,48 persen.

"Secara absolut selama periode September 2017 hingga September 2018, persentase penduduk miskin di perkotaan dan di perdesaan mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,28 dan 0,50 poin persen," Fahruddin lewat rilis pers, Selasa (15/1/2019).

Dia menjelaskan, besar kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh garis kemiskinan, karena penduduk miskin merupakan penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

"Selama September 2017 hingga September 2018, Garis Kemiskinan mengalami kenaikan, yaitu dari Rp 294.358 per kapita per bulan menjadi Rp 315.738 per kapita per bulan atau naik 7,26 persen," katanya.

Dengan memperhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM), terlihat peranan komoditi makanan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan).

Pada bulan September 2017, sumbangan GKM terhadap GK sebesar 74,59 persen, hal yang sama terjadi pada bulan September 2018 peranannya juga relatif sama namun sedikit mengalami peningkatan menjadi 74,95 persen.

Peranan GKM terhadap GK untuk daerah perkotaan pada bulan September 2017 sebesar 68,93 persen naik menjadi 70,45 persen pada bulan September 2018, sedangkan untuk daerah perdesaan pada bulan September 2018 sebesar 78,52 persen, mengalami penurunan sebesar 0,03 persen dari bulan September 2017 yang sebesar 78,55.


Editor : Himas Puspito Putra