Berawal saat Pelaku Numpang ke Toilet, Begini Kronologi Pencabulan Bocah SD di Sidrap hingga Tewas

Ichsan Anshari ยท Kamis, 13 Februari 2020 - 19:25 WIB
Berawal saat Pelaku Numpang ke Toilet, Begini Kronologi Pencabulan Bocah SD di Sidrap hingga Tewas
Susana duka menyelimuti rumah korban pencabulan di Sidrap. (Foto: iNews/Ichsan Anshari).

SIDRAP, iNews.id - Kasus pencabulan terhadap bocah SD di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), hingga tewas telah menggegerkan warga. Korban berinsial AV yang baru berusia delapan tahun itu ditemukan tewas oleh keluarga di dalam toilet rumah.

Tante korban, Herawati mengatakan, kronologinya berawal saat sales peralatan rumah tangga mendatangi rumah di Kampung Kamirie, Desa Mattirotasi, Kecamatan Wattangpulu, Rabu (12/2/2020) kemarin, untuk menawarkan barang jualannya.

Dia mengatakan, keluarga sudah menolak baik-baik tawaran pelaku. Namun dia bertahan di rumah keluarga korban hingga akhirnya meminta izin menumpang ke toilet dan diantar oleh korban.

"Waktu itu kakaknya dan ibu saya ini ada di atas (rumah panggung). Adiknya (korban) yang mengantar ke toilet," kata Herawati kepada iNews di rumah korban, Kabupaten Sidrap, Sulsel, Kamis (13/2/2020).

Karena adiknya tak kunjung kembali, kakak korban pun turun ke bawah untuk mengeceknya. Saat itu, dia mendengar pelaku meminta dirinya untuk menyalakan air. Saat itu, kata Herawati, pelaku sedang melancarkan aksinya mencabuli korban.

"Akhirnya ibu saya datang dan mencari korban. Tapi sama sekali tidak ada terdengar suara korban menyahut panggilan neneknya itu," ujar dia.

Menurut Hera, pelaku menjalankan aksinya dengan rapi. Sebab, tiba-tiba saja ketika kakak korban ingin masuk toilet, dia menemukan sang adik sudah tidak bernyawa di bak mandi. Sementara sales rumah tangga itu sudah tidak ada di sana.

Saat ini, korban AV sudah dimakamkan di TPU Kecamatan Wattangpulu, Kabupaten Sidrap. Kasus itu telah dilaporkan ke kepolisian setempat. Keluarga yang masih berduka berharap agar pelaku diberi hukuman yang setimpal.

"Kami minta pelaku dihukum seumur hidup," ujarnya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal