Begini Kondisi Kampung di Sulsel yang 74 Tahun Terisolasi

Leo Muhammad Nur ยท Selasa, 07 Januari 2020 - 14:45:00 WITA
Begini Kondisi Kampung di Sulsel yang 74 Tahun Terisolasi
Gubernur Nurdin Abdullah bersama Bupati Luwu Utara mengunjungi daerah Seko. (Foto: iNews/Muhammad Nur).

LUWU UTARA, iNews.id - Selama 74 tahun lamanya masyarakat di wilayah Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), terisolasi. Warga harus menempuh waktu setidaknya tiga hari untuk dapat keluar dari area pedalaman tersebut.

Warga harus merogoh kocek jutaan rupiah untuk sekadar menyewa ojek atau kendaraan motor keluar Seko untuk menjual hasil pertanian mereka ke kota Masamba. Itulah mengapa daerah tersebut kerap mendapat julukan, "ojek termahal".

Namun setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menggalakkan pembangunan infrastruktur di sana, jarak menuju Seko hanya 120 kilometer dari kota Masamba. Sekitar 60 kilometer di antaranya sudah diaspal, dari Kecamatan Sabbang - Rongkong.

BACA JUGA: Akhirnya, PLN Alirkan Listrik 24 Jam ke 5 Desa di Luwu Timur

"Doakan, Seko 2021 tuntas," kata Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, kepada iNews saat melakukan kunjungan ke wilayah Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, belum lama ini.

Menurut dia, dari pengakuan warga, mereka dulunya harus berhari-hari di jalan dari Seko menuju Masamba untuk dapat memenuhi berbagai keperluan harian mereka. Kini akses jalan ke kota sudah bisa dilewati dalam kurun waktu beberapa jam saja.

BACA JUGA: Sampaikan Resolusi 2020 ke Gubernur, Warga Luwu Utara Ingin Ada Pembangunan Infrastruktur

"Kalau infrastruktur ini jadi, bukan hanya masyarakat Sulsel yang menikmati jalur ini. Tapi juga warga di tiga provinsi (Sulbar, Sulteng dan Sultra)," ujar dia.

Warga Seko, Jabir mengatakan, jalan yang dibangun sekarang sebetulnya bukan jalur baru, karena sudah ada sejak zaman Belanda. Namun dengan bantuan Pemprov, kini akses itu bisa dilintasi kendaraan dan memangkas jarak tempuh warga.

"Akses ini membuka harapan bagi warga Seko, apalagi terkait masalah harga-harga sembako dan kebutuhan lainnya, nanti bisa lebih murah," kata Jabir.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal

Bagikan Artikel: