Bapak 1 Anak di Gowa Ditemukan Tewas Berlumuran Darah di Teras Rumah

Bugma ยท Sabtu, 04 Juli 2020 - 13:46 WIB
Bapak 1 Anak di Gowa Ditemukan Tewas Berlumuran Darah di Teras Rumah
Aco Ahmad Yusuf (40) warga Kabupaten Gowa, Sulsel ditemukan tewas dengan bersimbah darah (Bugma/iNews)

GOWA, iNews.id - Warga Perumahan Taborong, Kecamatan Palangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) digegerkan dengan tewasnya Aco Ahmad Yusuf (40). Aco tewas dengan kondisi berlumuran darah di teras rumahnya.

Kasi Humas Polsek Pallangga, Aipda Alamsyah mengatakan, jenazah korban ditemukan pada Sabtu dini hari (4/7/2020). Polisi yang mendapat laporan dari warga langsung menuju ke lokasi.

Dari pantauan di lokasi, korban tewas dengan kondisi telentang dan telanjang dada. Di sekitar tubuh korban terdapat banyak genangan darah. Darah juga tercecer di teras depan pintu masuk rumahnya.

Begitu tiba, polisi langsung memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Melihat kondisinya, korban diduga tewas dianiaya.

"Hasil olah TKP sementara polisi mengamankan sejumlah benda tumpul, batu bata dan palu. Diduga barang itu digunakan untuk menganiaya korban," kata dia.

Aco Ahmad Yusuf (40) warga Kabupaten Gowa, Sulsel ditemukan tewas dengan bersimbah darah. Polisi sedang olah TKP (Bugma/iNews)
Aco Ahmad Yusuf (40) warga Kabupaten Gowa, Sulsel ditemukan tewas dengan bersimbah darah. Polisi sedang olah TKP (Bugma/iNews)

Sementara itu, salah seorang warga mengaku mendengar teriakan minta tolong dari rumah korban.

"Ada suara teriakan minta tolong," kata warga.

Sementara itu, istri korban bernama Tia tak menyangka jika suaminya tewas dengan kondisi mengenaskan. Saat kejadian, dia dan anaknya sedang tidur di kamar. Dia sempat terbangun karena pintu rumah terbuka.

"Saya lihat sudah ada darah di kepalanya," katanya.

Sementara itu, polisi membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk diautopsi. Istri korban dan anaknya dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa.

"Hingga kini kami masih diselidiki kasus ini," katanya.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto