Banyak Warga Bohong, Dinsos Temukan 11.305 Data Penerima Bansos Tak Valid

Ashari Prawira · Senin, 09 Agustus 2021 - 15:55:00 WITA
Banyak Warga Bohong, Dinsos Temukan 11.305 Data Penerima Bansos Tak Valid
Warga saat mengantre pembagian bantuan sosial. (Foto: iNews/Heri Susanto)

MAKASSAR, iNews.id - Dinas sosial (dinsos) menemukan 11.305 data calon penerima bantuan sosial (bansos) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang tidak valid. Data tersebut diketahui setelah verifikasi ke RT dan RW.

Plt Kepala Dinsos Kota Makassar, Rusmayani Majid mengatakan, dari 74.573 yang terdata, hanya 63.268 yang dinilai layak. Syarat utama penerima, belum pernah mendapatkan bantuan sebelumnya.

"Kan ini tidak boleh tumpang tindih dengan bantuan APBN, baik dari PKH (Program Keluarga Harapan), BST (Bantuan Sosial Tunai), dia tidak temasuk DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), dan lainnya," kata Rusmayani di Kota Makassar, Senin (9/8/2021).

Maya sapaan akrabnya, mengungkapkan hasil validasi tim di lapangan mendapati fakta banyak masyarakat yang berbohong belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.

"Ini waktu dimintai data banyak yang bohong, dia bilang belum pernah dapat (bantuan) setelah kita cek datanya ternyata dia sudah pernah dapat," ujarnya.

Selain itu, tim dinsos juga mendapatkan banyak nomor induk kependudukukan (NIK) yang salah. Data penerima tersebut akan disetorkan ke kecamatan untuk diperbaiki.

"Rencana hari ini kita serahkan ke kecamatan untuk nama-nama ini bahwa ini yang valid dan ini tidak kemudian ini yang perlu diperbaiki," katanya.

Diketahui, Dinsos Makassar akan menyalurkan bantuan berupa paket sembako senilai Rp200 ribu per paket. Rinciannya, 10 kilogram beras, dua liter minyak goreng, dua kilogram gula pasir dan 15 bungkus mi instan.

Adapun target penyaluran sebanyak 100 ribu paket. Hal ini sebagai bentuk Jaring Pengaman Sosial (JPS) selama Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Makassar.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal

Bagikan Artikel: