Banjir Bandang Sisakan Lumpur di Bandara Andi Jemma, Penerbangan Ditutup hingga 29 Juli

Suparjo Ramalan ยท Selasa, 14 Juli 2020 - 19:36 WITA
Banjir Bandang Sisakan Lumpur di Bandara Andi Jemma, Penerbangan Ditutup hingga 29 Juli
Runway Bandar Udara Andi Jemma Masamba terendam lumpur akibat banjir bandang yang menerjang Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, Selasa (14/7/2020). (Foto: iNews/Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara)

LUWU UTARA, iNews.id - Banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), membuat sejumlah fasilitas di Bandar Udara Andi Jemma Masamba terendam lumpur, Selasa (14/7/2020). Akibatnya, operasional penerbangan lumpuh.

Bandara Andi Jemma Masamba akhirnya ditutup mulai hari ini, Selasa (14/7/2020) pukul 08.44 Wita, hingga Rabu (29/7/2020) pukul 07.59 Wita mendatang. Berdasarkan informasi yang diterima Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, operasional penerbangan pesawat perintis penumpang dan kargo tidak dapat beroperasi sesuai dengan NOTAMN No C0708/20 perihal Penutupan Bandar Udara Andi Jemma/Masamba karena banjir.

Bandar Udara Andi Jemma Masamba terendam lumpur akibat banjir bandang yang menerjang Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, Selasa (14/7/2020). (Foto: iNews/Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara)
Runway Bandar Udara Andi Jemma Masamba terendam lumpur akibat banjir bandang yang menerjang Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, Selasa (14/7/2020). (Foto: iNews/Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara)

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto, telah menginstruksikan Otoritas Bandar Udara (OBU) Wilayah V Makassar untuk berkoordinasi dalam membantu penanganan di Bandar Udara Andi Jemma.

“Kami menyampaikan turut berduka cita atas musibah yang terjadi. Bantuan dan koordinasi sangat penting dilakukan, apalagi jika ada karyawan ataupun keluarganya yang menjadi korban, beberapa Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) juga standby dalam rangka dukungan penanganan bencana tersebut,” kata Novie di Jakarta.

Novie mengatakan, untuk penanganan, Ditjen Hubud juga memiliki Tim Quick Response berdasarkan Keputusan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nomor: KP 16 Tahun 2019 tentang Tim Cepat Tanggap (Quick Response Team) Operasional Penerbangan Pascabencana Alam.

"Tim cepat tangga ini memberikan bantuan teknis. Bahkan jika dibutuhkan, akan terjun langsung ke lokasi terjadinya bencana," kata Novie.

Bandar Udara Andi Jemma Masamba terendam lumpur akibat banjir bandang yang menerjang Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, Selasa (14/7/2020). (Foto: iNews/Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara)
Runway Bandar Udara Andi Jemma Masamba terendam lumpur akibat banjir bandang yang menerjang Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, Selasa (14/7/2020). (Foto: iNews/Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara)

Sementara itu, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Andi Jemma, Mohammad Sabu menuturkan, banjir bandang terjadi pada dini hari yang sebelumnya disertai hujan deras. Banjir mengakibatkan runway dipenuhi lumpur, pagar bandara rusak, dan rumah dinas juga turut terendam lumpur.

"Para pegawai mengungsi di kantor bandara yang lokasinya lebih tinggi, untuk apron tidak terdampak, sehingga pesawat yang terparkir aman dari lumpur," tutur Sabu.

Sabu menambahkan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan stakholder terkait dalam penanganan musibah bencana banjir bandang. "Hari ini secara bertahap sudah mulai dilakukan pembersihan lumpur yang menggenangi runway sambil menunggu air surut," ujar Sabu.


Editor : Maria Christina