Antisipasi Banjir dan Longsor, BPBD Gowa Kerja Sama dengan Lembaga Jepang

Antara ยท Jumat, 24 Juli 2020 - 09:05 WIB
Antisipasi Banjir dan Longsor, BPBD Gowa Kerja Sama dengan Lembaga Jepang
Banjir yang melanda Gowa pada 2019 lalu. (Foto: Antara).

GOWA, iNews.id - BPBD Gowa melibatkan lembaga dari Jepang JICA (Badan Kerja Sama Internasional Jepang) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang untuk pencegahan bencana hidrometeorologi. Potensi banjir dan longsor menjadi perhatian khusus pemerintah.

Kepala BPBD Gowa, Ikhsan Parawangsa mengatakan, daerahnya pernah dilanda banjir dan tanah longsor hebat. Dalam insiden pada 2019 lalu, sebanyak 68 warga meninggal dunia.

"Kami melakukan kerja sama dengan BBWS Pompengan untuk melakukan rencana konvergensi yang biasanya dilakukan pada saat bencana, tetapi kita lakukan untuk prabencana," kata Ikhsan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (23/7/2020).

BPBD Gowa menjalin kolaborasi dengan BMKG dan BBWS Jeneberang untuk menentukan level-level air yang akan mengairi sungai Jeneberang. Kemudian JICA menjelaskan langsung ke masyarakat melalui pelatihan

Ikhsan menyebutkan ada tanda yang diberikan berdasarkan hitungan per lima menit mulai dari kondisi awas, bahaya hingga darurat. Warga akan mendapat imbauan di setiap level bencana.

"Di tiga level itu, kami sosialisasi langsung ke lapangan dan memberikan informasi," ujar dia.

Pelatihan bagi masyarakat yang terdampak, khususnya di Kelurahan Parangbanua, Kecamatan Pallangga secara aktif digelar sebagai upaya prabencana. Dengan begitu warga siap melakukan evakuasi mandiri.

Sementara untuk pencegahan, Pemerintah Kabupaten Gowa telah menanam 180.000 bibit pohon vetiver seretntak di 18 kecamatan mitigasi bencana. Upaya ini dinilai dapat meminimalisasi potensi bencana.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal