414 dari 913 Peserta Program Rekreasi Duta Covid-19 Sulsel Dinyatakan Sembuh

Antara ยท Kamis, 21 Mei 2020 - 18:54 WIB
414 dari 913 Peserta Program Rekreasi Duta Covid-19 Sulsel Dinyatakan Sembuh
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah meninjau Almadera Hotel, salah satu lokasi karantina untuk penanganan Covid-19 di Makassar. (Foto: Antara)

MAKASSAR, iNews.id - Sebanyak 414 orang dari 931 peserta Program Rekreasi Duta Covid-19 di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) telah dinyatakan sembuh dari corona. Mereka telah kembali ke masyarakat dan wilayahnya masing-masing.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sulsel, dr Ichsan Mustari mengatakan, program itu merupakan bagian dari strategi utama penanganan Covid-19 oleh Gugus Tugas Sulsel. Program ini telah berlangsung selama satu bulan, sejak 20 April 2020 di empat hotel yaitu Swiss-Belhotel, Al-Madera, Hotel Harper, dan Hotel Remcy.

"Sebanyak 414 orang yang telah dinyatakan sembuh sudah kembali ke masyarakat," kata Ichsan di Makassar, Kamis (21/5/2020).

Gugus Tugas Provinsi Sulsel telah membuat strategi manajemen kasus dan karantina terpusat di Makassar. Pasien dengan kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau terkonfimasi positif Covid-19 dengan gejala berat akan dirawat di lima rumah sakit rujukan yang berlokasi di Makassar.

Sementara pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP), termasuk di berbagai kabupaten/kota se-Sulsel diikutkan dalam program isolasi Rekreasi Duta Covid-19 di hotel yang berlokasi di Kota Makassar.

"Strategi ini diperuntukkan agar kabupaten lain selain Makassar dapat steril. Ini untuk menghindari terbentuknya episentrum baru di kabupaten selain di Makassar, Gowa dan Maros," ujarnya.

Selain itu, pemusatan perawatan dan isolasi di Makassar, juga dapat mengurangi tingkat keterpaparan. Apalagi untuk tenaga medis yang harus dilindungi.

"Orang-orang tanpa gejala dan ODP tidak perlu diisolasi di rumah sakit karena rumah sakit akan overload dan tenaga medis akan banyak yang terpapar. Hanya orang yang dengan gejala berat yang akan ditempatkan di rumah sakit," katanya.

Ichsan menambahkan, tidak perlu semua RS merawat Covid-19. Sebab, itu justru akan berpotensi melumpuhkan pelayanan penting lainnya. "Masyarakat akan takut dan waswas ke rumah sakit," katanya.

Rumah sakit non-Covid-19 dapat fokus memberikan pelayanan lain yang tidak kalah pentingnya. Cara ini sekaligus untuk mengantisipasi masalah lain yang bisa muncul setelah pandemi corona berakhir.

"Jangan nanti setelah pandemi ini, muncul masalah baru seperti tingginya kematian ibu. Ini bisa terjadi akibat banyak ibu-ibu yang tidak dapat melahirkan di fasilitas kesehatan," katanya.


Editor : Maria Christina