4 Pasangan Mesum di Bawah Umur Digerebek dari Indekos di Pinrang

Ichsan Anshari ยท Senin, 13 Juli 2020 - 20:43:00 WITA
4 Pasangan Mesum di Bawah Umur Digerebek dari Indekos di Pinrang
Delapan remaja yang diamankan dari indekos di Pallateang, Kabupaten Pinrang, Sulsel, Senin (13/7/2020). (Foto: iNews/Ichsan Anshari)

PINRANG, iNews.id – Empat pasangan mesum diamankan aparat kepolisian dari Polres Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (13/7/2020). Ironisnya, delapan orang yang diamankan tersebut masih di bawah umur.

Penggerebekan empat pasangan remaja ini berawal saat polisi mencari pelaku penyalahgunaan narkoba. Petugas Polres Pinrang malah menemukan empat pasangan mesum yang masih di bawah umur di sebuah rumah indekos di Kecamatan Pallateang, Kabupaten Pinrang.

Delapan remaja yang terdiri atas empat laki-laki dan empat perempuan ini pun langsung dibawa petugas ke Mapolres Pinrang untuk menjalani pemeriksaan. Dari pemeriksaan, para remaja itu mengakui mereka pasangan kekasih.

“Delapan orang ini mengakui mereka pasangan kekasih yang masih di bawah umur. Kami masih melakukan pemeriksaan dan interogasi. Dari antara mereka, ada yang mengakui telah melakukan hubungan layaknya suami istri,” kata AKP Dharma Negara.

Dari hasil pemeriksaan, para remaja ini mengaku kabur dari rumah lantaran kondisi keluarga yang tidak harmonis. Mereka memilih tinggal bersama di rumah indekos bersama teman-temannya.

“Menurut pengakuan mereka, rata-rata mereka korban dari kedua orang tuanya. Mereka kabur dari rumah karena ada masalah dengan orang tuanya. Ada yang sakit hati, merasa terancam, takut, diintimidasi, dan sebagainya. Mereka ini juga pendatang dari luar daerah,” ujarnya.

AKP Dharma Negara mengatakan, kedelapan remaja tersebut tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Pinrang. Polisi juga akan memanggil para orang tua kedelapan remaja tersebut.

Sementara salah satu remaja berinisial A yang diamankan mengakui, memilih tinggal bersama teman-temannya karena tidak betah di rumahnya. “Kami kabur dari rumah karena ada masalah keluarga,” kata A.


Editor : Maria Christina