4 Kali Beraksi dalam Sebulan, Kakak Adik Perampok Rumah Dosen di Makassar Ditembak Polisi

Faisal Mustafa ยท Kamis, 18 Februari 2021 - 16:45:00 WITA
4 Kali Beraksi dalam Sebulan, Kakak Adik Perampok Rumah Dosen di Makassar Ditembak Polisi
Polisi melakukan gelar perkara kasus perampokan di Makassar. (Foto: Sindonews).

MAKASSAR, iNews.id - Polisi menangkap dua perampok rumah warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka dilumpuhkan, karena melawan petugas saat akan diamankan.

Kawanan pelaku pencurian dan pemberatan ini merupakan kakak adik. Mereka berinisial RA (30) dan HA (22). Keduanya ditangkap di Jalan Puaccara, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Rabu (17/2/2021) sekitar pukul 03.00 WITA.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Khaerul mengatakan, mereka beraksi bersama-sama dan hasil kejahatannya dibagi dua.

"Penyelidikan kami berawal dari laporan korban yang merupakan seorang dosen di Kecamatan Panakkukang," kata Agus di Kota Makassar, Sulsel, Kamis (18/2/2021).

Dari keterangan korban, dua tersangka menggasak barang berharga di rumahnya pada Senin 9 Februari 2021 lalu sekitar pukul 19.00 Wita. RA dan HA masuk dengan mencungkil pintu memakai linggis. Lalu mereka naik ke lantai dua rumah korban.

"Tersangka mengancam korban dengan badik lalu menyekapnya. Mereka memerintahkan korban menunjukkan barang berharga," ujarnya.

Mereka mengambil beberapa alat elektronik, ponsel, uang tunai dan perhiasan emas. Total kerugian yang dialami korban ditaksir Rp70 juta.

Dia menjelaskan dalam pengembangan, terungkap ada tiga lokasi lain tempat kakak beradik ini melakukan kejahatannya. Terakhir kali mereka merampok di rumah dosen tersebut.

"Total ada empat tempat kejadian perkara. Dua di Kecamatan Panakkukang, satu di Manggala dan satu di Kabupaten Gowa. Semuanya di bulan Februari" ujar dia.

Agus menjelaskan, sebelum beraksi, keduanya lebih dulu memetakan kondisi lingkungan dan rumah korbannya. Mereka biasanya beraksi saat malam hari, khususnya saat penghuni rumah sedang beristirahat.

Barang hasil curian, digunakan untuk berfoya-foya usai dijual ke penadah. Polisi masih memburu pelaku lain yang dicurigai tergabung dalam jaringan ini.

Kedua pelaku ditembak petugas di bagian kaki karena melawan dan berupaya kabur saat ditangkap. RA dilumpuhkan tiga kali di kaki kanannya dan HA dua kali di kaki kiri.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal