2 Tahun Buron, Terpidana Seumur Hidup Kasus Pembakaran Sekeluarga Ditangkap

Nasruddin Rubak ยท Selasa, 25 Juni 2019 - 19:45 WIB
2 Tahun Buron, Terpidana Seumur Hidup Kasus Pembakaran Sekeluarga Ditangkap
Pelaku pembakaran satu keluarga di Kabupaten Luwu Timur, Sullsel, Alwi Rongkeng, ditangkap kembali setelah buron selama dua tahun. (Foto: iNews/Nasruddin Rubak)

LUWU TIMUR, iNews.id – Pelaku pembakaran satu keluarga di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), Alwi Rongkeng, yang buron selama dua tahun, akhirnya ditangkap kembali oleh polisi. Pelaku tidak melakukan perlawanan saat ditangkap.

Wakapolres Luwu Timur Kompol Abdul Rahim mengatakan, terpidana hukuman seumur hidup itu kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar pada 2017 lalu. Dia berhasil dibekuk oleh petugas Satuan Reskrim Polres Luwu Timur di rumahnya, Desa Mahalona, Kecamatan Towoti, pada Senin sore (24/6/2019).

“Jadi anggota di lapangan yang telah memastikan pelaku ternyata betul ada di sekitar rumah yang bersangkutan, langsung menangkap pelaku kemarin. Waktu penangkapan, yang bersangkutan tidak melakukan perlawanan,” kata Kompol Abdul Rahim, Selasa (25/6/2019).


BACA JUGA: 7 Jenazah Korban Kecelakaan di Boyolali-Salatiga Dikubur dalam Satu Liang Lahat 


Pelaku dipidana seumur hidup lantaran membakar rumah milik mertuanya pada 2015 lalu di Dusun Kaya’a, Desa Beringin Jaya, Kecamatan Tomoni. Pelaku yang merasa dendam bertujuan untuk membunuh mertua, istri dan anaknya. Namun dalam kejadian itu, istri dan anak pelaku berhasil menyelamatkan diri. Sementara mertuanya yang tertidur terjebak dalam kobaran api sehingga tewas terpanggang.

“Jadi motif pelaku dendam masalah keluarga. Dia tidak suka dicampuri urusan rumah tangganya. Karena dendam, timbul lah niatnya untuk menghabisi mertuanya dengan cara membakarnya hidup-hidup,” katanya.

Setelah divonis bersalah dan dihukum penjara seumur hidup, Alwi melarikan diri dari Lapas Kelas I Makassar pada Desember 2017 lalu. Pelaku kabur setelah membobol ventilasi kipas plafon klinik.

Dalam pelariannya terpidana mati ini kabur ke Kalimantan selama setahun lebih. Pelaku yang menganggap dirinya sudah aman akhirnya kembali ke kampung halaman untuk menemui keluarganya. Polisi yang telah menyelidiki keberadaan pelaku langsung menyergapnya.

Wakapolres mengatakan, usai diperiksa oleh tim Reskrim Polres Luwu Timur, pelaku pun langsung diserahkan ke Lapas Kelas I Makassar untuk menjalani sisa hukumannya. Pelaku sebelumnya ditempatkan di klinik lapas karena menderita penyakit TBC.

“Yang bersangkutan masih dalam perawatan karena penyakit yang dideritanya,” ujarnya.


Editor : Maria Christina