107 WNA Peserta Ijtima Dunia Asia telah Pulang, 350 Orang Bertahan di Hotel

Antaranews ยท Minggu, 22 Maret 2020 - 15:44:00 WITA
107 WNA Peserta Ijtima Dunia Asia telah Pulang, 350 Orang Bertahan di Hotel
Pemulangan para peserta Ijtima Dunia di Bandara Hasanuddin Makassar. (Foto: iNews/Wahyu Ruslan).

MAKASSAR, iNews.id - Sebanyak 107 warga negara asing (WNA) yang mengikuti Ijtima Dunia Zona Asia 2020 di Pakkato, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah dipulangkan. Sementara sisanya, 350 orang WNA masih bertahan di Hotel Grand Sayang untuk menunggu pemulangan.

"Sampai hari ini sudah tercatat 107 yang kembali ke negaranya, selebihnya 350 yang masih menunggu jadwal kepulangan. Insya Allah ini bertahap," kata Pejabat Wali Kota Makassar, M Iqbal Suhaeb, Minggu (22/3/2020).

Iqbal menambahkan, kondisi WNA tersebut terbilang baik. Ketersediaan konsumsi juga mencukupi sembari menunggu giliran pemulangan.

"Kami telah mengecek kondisinya, termasuk kesehatan, ketersediaan makanan, air minum, dan juga pola pengamanan oleh teman-teman dari kepolisian dan TNI, alhamdulilah kondisinya relatif baik," kata Iqbal.

Iqbal mengatakan, sejauh ini para WNA yang masih ada cukup kooperatif. Meskipun ada salah seorang mengalami diare, namun bisa ditangani dengan baik.

"Tadi ada yang sakit diare tapi sudah ditangani tim kesehatan yang bertugas di sini," kata dia.

Mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel ini memastikan, tempat tersebut telah diisolasi secara total. Dan tidak ada yang bisa keluar dan berbaur dengan masyarakat, begitupun warga yang akan masuk.

"Bila kita lihat, hotel ini dikelilingi sungai. Kecuali mereka ingin ke bandara atau pelabuhan untuk pulang, baru kita beri izin keluar," kata dia.

Sementara Perwira Seksi Operasi Kodim 1408 BS, Mayor Dewa Putu, yang bertugas mengamankan lokasi tersebut mengatakan WNA asing asal Malaysia hari ini telah meninggalkan hotel untuk menuju Kota Pare-Pare.

"Mereka melapor akan kembali ke negaranya dengan menggunakan kapal laut. Tujuannya ke Pelabuhan Nusantara Kota Pare-pare," kata Dewa Putu.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto