10 Tahun Jadi TKI, Kuli Bangunan asal Gowa Mampu Berangkat Haji
GOWA, iNews.id - Seorang calon jamaah haji (calhaj) asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), rela merantau menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Serawak Malaysia demi mengumpulkan uang berangkat ke tanah suci. Pekerjaannya serabutan mulai dari tukang batu hingga kuli bangunan.
Adalah Sama' bin Japa' warga Desa Majannang, Kecamatan Parigi, memastikan kalau uang pergi haji dari hasil keringatnya sendiri.
"Karena selama saya kerja di sana, keringat terus menetes," kata Sama' kepada wartawan di Kabupaten Gowa, Sulsel, Rabu (10/7/2019).
Bersama sang istri, Sama' telah merantau ke Negeri Jiran sejak 2007. Lalu dua tahun kemudian tepatnya pada 2009, dia mendaftarkan diri sebagai calhaj daftar tunggu Kabupaten Gowa.
Menjadi TKI bersama istrinya, Misa, dia mengaku dapat membantu keuangan keluarga. Apalagi sang istri pun juga turut bekerja sebagai petani sawit di Serawak. Meski upahnya tak sampai berlebihan.
"Upah yang diterima fluktuatif, sekitar 1.000 hingga 1.500 ringgit atau senilai Rp3,5 juta per bulan bahkan lebih," ujar Sama'.
Pasangan suami istri ini akhirnya berangkat pergi haji setelah menunggu 10 tahun. Sejak 2009 menabung dan akhirnya 2019, mendapat giliran menunaikan rukun Islam yang kelima.
"Mungkin inilah berkahnya bahwa semua sudah kehendak Allah, kami harus jauh mencari rezeki untuk bisa ke Tanah Suci," kata dia.
Hingga kini, Sama' dan istri merasa gembira karena bisa menginjakkan kaki di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, seperti yang dia cita-citakan sejak lama. Bapak yang berprofesi sebagai petani ini beriktikad dapat melaksanakan umrah dan haji rutin bila diberikan rezeki.
"Saya dari dulu memang niatnya haji. Alhamdulillah menunggu 10 tahun tidak terasa karena kemauannya kita yang kuat. Doakan kami bisa sehat dan selamat sampai tujuan," katanya.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal