Seorang tokoh masyarakat tewas setelah terjatuh ke got saat berusaha melerai bentrokan di Jalan Abubakar Lambogo, Makassar. (Foto: iNews)

MAKASSAR, iNews.id - Tawuran antarkelompok warga kembali pecah di Jalan Abubakar Lambogo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (16/10/2026) pagi. Bentrokan kelompok Lorner dan Jorjoran yang diduga dipicu dendam lama ini berujung tragis setelah seorang tokoh masyarakat berinisial M (50) meninggal dunia saat berusaha melerai pertikaian.

Personel Satuan Samapta Polrestabes Makassar yang tiba di lokasi langsung membubarkan massa menggunakan gas air mata. Polisi kemudian melakukan pengamanan untuk mencegah bentrokan susulan.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengatakan, tawuran tersebut merupakan lanjutan bentrokan sehari sebelumnya. Meski situasi sempat mereda pada Kamis (15/10/2026) malam, kedua kelompok kembali terlibat perselisihan sekitar pukul 06.30 WITA.

Kombes Arya menjelaskan, konflik dipicu dendam lama yang belum terselesaikan. Situasi kembali memanas setelah muncul provokasi di antara kedua kelompok.

“Ya ini kan pemicunya sebenarnya dari dendam-dendam lama begitu ya, jadi ada kejadian yang kemarin karena merasa belum puas sehingga ada lagi yang memprovokasi, kemudian terjadi lagi,” katanya dikutip dari iNews Celebes, Jumat (16/10/2026).

Di tengah bentrokan tersebut, M (50) meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam got saat berusaha mengimbau warga agar menghentikan tawuran.

Menurut Arya, korban tidak meninggal akibat terlibat langsung dalam aksi saling serang. Korban diduga terpeleset karena tidak melihat got di depannya hingga terjatuh dan kepalanya membentur beton.

“Jadi memang almarhum sempat keluar untuk memberikan imbauan kepada orang-orang yang melaksanakan tawuran supaya tidak melakukan tawuran. Namun, beliau terpeleset, jatuh, kepalanya terkena beton-beton yang ada di situ, sehingga berdarah dan akhirnya meninggal dunia,” katanya.

Kombes Arya menambahkan, pihaknya telah mengonfirmasi kejadian tersebut kepada keluarga korban. Dia menyayangkan bentrokan kembali terjadi meski polisi telah menyiagakan personel di lokasi.

Kapolrestabes Makassar meminta pemerintah setempat, mulai dari ketua RT, RW, lurah, hingga camat, bersama tokoh masyarakat, turut mengambil langkah untuk meredam konflik antarkelompok warga.

Dia menegaskan, kepolisian membutuhkan dukungan masyarakat untuk mencegah aksi saling serang kembali terjadi.

"Polisi memang sebenarnya tidak bisa bekerja sendiri ya, kita harus bersama-sama dengan masyarakat untuk menindaklanjuti hal-hal yang sifatnya negatif seperti itu," katanya.

Dia juga meminta tokoh masyarakat dan perangkat wilayah memperkuat koordinasi dengan kepolisian untuk mencegah provokasi yang dapat memicu bentrokan.

"Tokoh masyarakat, RT, RW, lurah, ini harus sama-sama bekerja sama dengan polisi untuk meredam," ucapnya.

Meski situasi di Jalan Abubakar Lambogo telah kondusif, polisi tetap melakukan pengamanan guna mengantisipasi bentrokan susulan antara kelompok Lorner dan Jorjoran.


Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network