Jenazah PMI korban dugaan pembunuhan di Armenia, Valenth (22), tiba di rumah duka Kasih, Makassar, Senin (21/9/2026), setelah sempat tertahan sekitar dua bulan. (Foto: iNews TV/MUHAMMAD NUR BONE)

MAKASSAR, iNews.id - Tangis keluarga pecah saat jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) asal Makassar, Valenth (22), tiba di rumah duka Kasih, Rumah Sakit Grestelina, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (21/9/2026). Jenazah Valenth dipulangkan setelah sempat tertahan selama sekitar dua bulan di Armenia akibat kasus dugaan pembunuhan.

Jenazah Valenth tiba melalui kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebelum dibawa keluarga ke rumah duka untuk disemayamkan. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kristen Pannara, Kecamatan Manggala, Makassar.

Keluarga menyebut Valenth ditemukan meninggal dunia di kamar tempat tinggalnya di Armenia. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga dari teman-temannya, korban ditemukan dalam kondisi tangan dan kaki terikat, leher dililit lakban, serta mulut tertutup kain.

Kasus tersebut membuat proses pemulangan jenazah membutuhkan waktu cukup panjang. Keluarga mengatakan proses pemulangan terkendala karena kasus yang ditangani berada di negara berbeda.

Juru bicara keluarga, Arnold Tambotor, mengatakan pihak keluarga masih menunggu perkembangan penyelidikan kasus tersebut.

"Karena ini kasus dugaan pembunuhan jadi proses pemulangan agak sulit di sana karena beda negara," ujarnya, Senin (21/9/2026).

Arnold mengatakan keluarga berharap penyelidikan terhadap kasus kematian Valenth dapat dilakukan hingga tuntas. Informasi yang diterima keluarga dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) menyebut kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.

"Dari KBRI, informasinya kasusnya masih dalam penyelidikan," katanya.

Menurut keluarga, Valenth baru beberapa bulan bekerja di Armenia sebagai konsultan teknologi informasi (IT consultant). Sebelumnya, dia juga sempat bekerja di Filipina selama hampir dua tahun.

"Almarhum baru 2 bulan kerja di Armenia sebagai IT consultant," ucapnya.

Keluarga berharap pihak yang bertanggung jawab atas kematian Valenth dapat segera terungkap dan diproses sesuai hukum. Mereka juga meminta barang-barang pribadi milik korban yang masih berada di Armenia dapat dikembalikan kepada keluarga.

Barang-barang tersebut diharapkan dapat menjadi kenang-kenangan terakhir bagi keluarga setelah Valenth dipulangkan ke Makassar.

Setelah disemayamkan, keluarga akan menggelar ibadah penghiburan sebelum jenazah dimakamkan di TPU Kristen Pannara, Makassar.

"Besok akan ada ibadah penghiburan lalu penguburan," katanya.


Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network