Operasi SAR KM Nurul Salsa diperpanjang selama tiga hari untuk mencari 16 penumpang yang masih hilang di tengah cuaca ekstrem dan gelombang tiga meter. (Foto: iNews TV/Wahyu Ruslan)

MAKASSAR, iNews.id - Operasi pencarian korban KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, diperpanjang selama tiga hari. Memasuki hari kedelapan, pencarian masih terkendala cuaca ekstrem dan gelombang laut setinggi sekitar 3 meter, Rabu (22/7/2026).

Perpanjangan operasi dilakukan untuk memaksimalkan pencarian terhadap 16 penumpang yang hingga kini belum ditemukan. Tim SAR gabungan memperluas penyisiran hingga Pulau Sabalana di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan serta pulau-pulau kosong di sekitarnya.

Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar Andi Sultan mengatakan informasi mengenai perpanjangan operasi telah diterima tim di lapangan.

"Saat ini pencarian hari kedelapan. Kami dapat informasi pencarian ditambah selama tiga hari," ujarnya, Rabu (22/7/2026).

Sejak pukul 07.00 WITA, sejumlah alat utama dikerahkan menuju wilayah pencarian. Kawasan Pulau Sabalana menjadi salah satu fokus karena berada di jalur arus Laut Flores yang diperkirakan dapat membawa korban maupun material dari titik tenggelamnya kapal.

Kapal Negara KN Pacitan menurunkan rigid inflatable boat atau RIB untuk menyisir pulau-pulau kecil yang tidak berpenghuni. Tim berharap korban yang terbawa arus dapat ditemukan di sekitar pesisir maupun perairan dangkal.

"Kami juga akan mengecek pulau-pulau kosong yang ada di wilayah tersebut," katanya.

Dalam waktu bersamaan, tim dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram melakukan penyisiran di perairan Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah itu diambil untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus semakin jauh dari perairan Selayar.

Tim SAR juga masih menunggu hasil identifikasi Tim Disaster Victim Identification terhadap satu bagian tubuh yang sebelumnya ditemukan. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah temuan tersebut merupakan korban KM Nurul Salsa.

Andi Sultan mengungkapkan kondisi cuaca menjadi tantangan terbesar dalam operasi hari kedelapan. Gelombang tinggi membuat kapal dan perahu karet harus bergerak lebih hati-hati selama melakukan penyisiran.

"Tantangan terbesar kami saat ini yakni cuaca. Cuaca di perairan Selayar saat ini cukup ekstem," ucapnya.

Ketinggian gelombang di lokasi pencarian diperkirakan mencapai sekitar tiga meter. Kondisi itu mempersempit jarak pandang sekaligus meningkatkan risiko bagi personel yang melakukan pencarian di laut.

Meski menghadapi cuaca buruk, tim gabungan memastikan operasi tetap dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan petugas. Pola pencarian juga akan disesuaikan dengan perkembangan arus, angin, dan gelombang.

Berdasarkan data terbaru, KM Nurul Salsa membawa 78 orang. Sebanyak 59 orang berhasil ditemukan selamat dan tiga lainnya ditemukan meninggal dunia, sedangkan 16 penumpang masih dalam pencarian.

Tim SAR gabungan berkomitmen memanfaatkan masa perpanjangan operasi untuk menyisir seluruh wilayah yang berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.


Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network