GOWA, iNews.id - Seorang pemuda bernama Nur Ramadhan (21) menjadi korban pembusuran oleh kawanan geng motor di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Dua anak panah menancap di pipi dan lengannya saat korban mengendarai sepeda motor untuk pulang ke rumah.
Aksi puluhan anggota geng motor tersebut terekam CCTV ketika mereka berkonvoi di jalanan. Rekaman itu menjadi salah satu petunjuk bagi polisi untuk mengungkap identitas para pelaku.
Peristiwa pembusuran terjadi pada 4 Oktober 2026 pukul 05.00 WITA di Jalan Mustafa Daeng Bunga, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Saat itu, korban berpapasan dengan kawanan geng motor yang diduga tengah berkonvoi sambil mencari lawan dan melontarkan busur panah.
Akibat serangan tersebut, Nur Ramadhan mengalami luka serius dengan dua anak panah tertancap di pipi dan lengannya.
Korban sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf, Gowa, sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar, untuk menjalani operasi.
"Info dari dokter ujung panahnya nyaris melintas di tulang rawan hidung," ujar kakak korban, Faisal.
Dia berharap polisi segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap para pelaku yang meresahkan masyarakat.
Sementara itu, Satreskrim Polresta Gowa masih menyelidiki kasus pembusuran tersebut. Polisi mengumpulkan rekaman CCTV dan menelusuri identitas anggota kawanan geng motor yang diduga terlibat dalam penyerangan.
Kasat Reskrim Polresta Gowa AKP Muhalis Hairuddin mengatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap pelaku. Polisi juga mendalami rekaman CCTV yang merekam konvoi kawanan geng motor di sekitar lokasi kejadian.
"Saat ini penyidik telah mendalami dan memeriksa CCTV untuk mengungkap fakta dan pelaku sebenarnya. Pelaku lebih dari satu orang," ujar AKP Muhalis.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait