Pemakaman pasien Covid-19 di lihat dari udara. (Foto: Istimewa)
Ashari Prawira

MAKASSAR, iNews.id - Kasus kematian akibat Covid-19 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), meningkat dua kali lipat pada pekan ini. Pasien positif meninggal bukan hanya dari kelompok lansia, tapi juga mereka yang berada di usia produktif.

Epidemiolog Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Ansariadi mengatakan, kasus kematian dalam sepekan ini mencapai titik tertinggi yaitu 53 kasus. Sementara kasus kematian dalam sebulan terakhir mencapai 166 kasus atau mencapai 17 persen dari total kematian 83 pekan selama pandemi Covid-19.

"Walaupun kasus kematian umumnya pada kelompok di atas 50 tahun, kematian juga mulai terjadi pada umur dewasa muda yaitu 30-39 tahun atau 40-49 tahun," kata Ansariadi di Kota Makassar, Kamis (29/7/2021).

Demikian juga kasus harian di Kota Makassar yang menunjukkan tren serupa. Dari data yang dihimpun, kasus mengalami peningkatan 100 persen dari bulan sebelumnya.

Tercatat pada pekan keempat Juli 2021, pertama kali kasus mingguan tertinggi sejak pandemi ditemukan yaitu sebanyak 2.255 kasus. Pada pekan pertama Juli, kasus mingguan tercatat masih 860 kasus, kemudian meningkat pada pekan kedua yaitu 1.488 kasus, lalu 1.874 kasus di pekan ketiga.

Sementara kasus kecamatan secara signifikan juga meningkat secara menyeluruh. Kasus terbanyak ditemukan di lima Kecamatan pada bulan ini yaitu Rappocini sebanyak 861 kasus, Tamalate 774 kasus, Biringkanayya 923 kasus, Panakkukang 733 kasus, Manggala 667 kasus, dan Tamalanrea 602 kasus.

"Penularan masih berlanjut dan belum terkendali, ditandai dengan semakin meningkatnya kasus harian atau mingguan. Jumlah kasus tertinggi sejak pandemi di Makassar 2.255 kasus baru," katanya.

Kasus yang terjadi saat ini menurutnya perlu disikapi dengan menggencarkan vaksinasi untuk seluruh kelompok umur. Utamanya daerah-daerah episentrum kecamatan perlu mendapatkan perhatian lebih.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal

BERITA TERKAIT