TAKALAR, iNews.id – Unjuk demonstrasi mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar (Hipermata) di Kantor Bupati Takalar, Sulawesi Selatan, berakhir ricuh, Senin (2/11/2026). Massa nekat merobohkan pagar utama dan terlibat aksi bentrok saling pukul dengan petugas Satpol PP Kabupaten Takalar.
Kericuhan dipicu rasa kekesalan pengunjuk rasa lantaranorasi yang disampaikan selama hampir lima jam tak kunjung mendapat tanggapan. Bupati Takalar, Firdaus Manye, tak menemui massa yang bertahan di luar gedung.
Kondisi memanas saat massa merobohkan gerbang dan merangsek masuk menuju ruang kerja Bupati. Petugas Satpol PP yang siaga langsung menahan laju demonstran hingga berujung pada aksi saling dorong dan kontak fisik di lorong kantor.
Sejumlah peserta aksi juga berupaya menerobos barikade di ruang tunggu utama bupati, namun berhasil dihalau oleh gabungan aparat kepolisian dan jajaran Satpol PP.
Koordinator aksi Hipermata, Nasrun menegaskan, kedatangan mereka adalah untuk menuntut transparansi atas berbagai kebijakan anggaran pembangunan daerah.
"Kami menuntut transparansi dalam pengelolaan anggaran serta menolak keras sejumlah pembangunan proyek besar," ujar Nasrun.
Sebelum insiden bentrokan pecah, massa demonstran sempat membakar ban bekas di halaman depan Kantor Bupati Takalar sebagai simbol keprihatinan atas minimnya keterbukaan publik terkait proyek-proyek strategis daerah.
Massa menyatakan tidak akan tinggal diam dan berjanji bakal kembali menggelar aksi unjuk rasa lanjutan dengan eskalasi jumlah massa yang jauh lebih besar apabila jajaran Pemkab Takalar menolak mengindahkan aspirasi mereka.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait