WAJO, iNews.id - Banjir yang melanda Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) semakin meluas. Hingga Rabu (15/7/2020), puluhan desa dan belasan kelurahan yang tersebar di tujuh kecamatan masih terendam banjir dengan ketinggian mencapai 3,5 meter.
Lurah Watalipue, Agus Salim Wasir Nur mengatakan, wilayahnya menjadi salah satu yang terparah dilanda banjir. “Hampir semua rumah warga terendam banjir 3,5 meter. Hanya 35 rumah yang tidak tenggelam,” katanya.
Akibat banjir tersebut, kata dia, sebanyak 101 kepala keluarga mengungsi mandiri dan 15 kepala keluraga berada di tenda pengungsian.
“Korban banjir di tempat pengungsian saat ini membutuhkan uluran tangan pemerintah dan dermawan,” katanya.
Korban banjir, Suriani mengaku para pengungsi kini kedinginan dan krisis makanan. “Kita tidur di tenda pemgungsian seadanya. Kasihan anak-anak, mereka kedinginan dan tidak ada makanan,” ucapnya.
Banjir yang merendam Wajo akibat curah hujan tinggi hingga membuat Sungai Walenae dan Danau Tempe meluap. Banjir tersebut sudah berlangsung dua bulan.
Data yang dihimpun, banjir merendam 7.989 rumah warga dengan ketinggian muka air bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga tiga meter. Warga yang terdampak banjir sebanyak 48.197 orang.
Ada 4.012 hektare sawah dan 1.222 hektare perkebunan digenangi air. Selain itu 12 masjid atau rumah ibadah, 22 sekolah dan 10 sarana kesehatan yang juga terendam banjir.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait