Abdul Hayat Gani memilih melanjutkan pengabdian dari birokrasi ke politik bersama Partai Perindo Sulawesi Selatan. (Foto: Ist)

MAKASSAR, iNews.id - Nama Abdul Hayat Gani bukanlah sosok baru bagi masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel). Selama puluhan tahun, dia mengabdikan dirinya sebagai aparatur sipil negara (ASN) di berbagai posisi strategis, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Ketika sebagian orang memilih menikmati capaian yang telah diraih, Hayat–begitu dia akrab disapa–justru membuka babak baru dalam hidupnya. Dia terjun ke dunia politik dengan keyakinan bahwa perubahan yang lebih luas membutuhkan ruang perjuangan yang berbeda.

"Birokrat itu satu hal, tapi belum sempurna pengabdian saya. Saya ingin berbuat lebih luas dalam kegiatan kemasyarakatan. Ada krisis kepemimpinan, dan memperbaikinya hanya bisa lewat partai politik. Jadi saya masuk politik," ujar Abdul Hayat Gani, Senin (15/6/2026).

Dari Pengabdian Birokrasi ke Panggung Politik

Abdul Hayat Gani memilih melanjutkan pengabdian dari birokrasi ke politik bersama Partai Perindo Sulawesi Selatan. (Foto: Ist)

Tekad itu membawanya bergabung dengan Partai Perindo. Pilihan tersebut berangkat dari kesamaan visi dan keyakinan bahwa politik harus menjadi sarana untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

"Saya cocok dengan visi dan misi Perindo. Saya ingin betul-betul berjuang dengan Perindo. Saya mau berjuang dari Sulsel untuk Indonesia," katanya yang dilantik sebagai Ketua DPW Partai Perindo Sulsel pada 5 Februari lalu.

Di dunia politik, Hayat tetap memegang prinsip yang sama seperti ketika berada di birokrasi yakni menjadikan kepentingan masyarakat sebagai tujuan utama perjuangan.

"Yang kita perjuangkan bukan jabatan, tapi kesejahteraan rakyat," ucapnya.

Komitmen itu kemudian diterjemahkan ke dalam target politik yang terukur untuk memperkuat representasi Partai Perindo di Sulsel. "Kita menargetkan satu anggota DPRD di tiap kabupaten/kota. Untuk provinsi kita targetkan 3-4 kursi, cukup untuk satu fraksi. Sementara di DPR RI, kita targetkan dua," tuturnya.

Rekam Jejak Kepemimpinan dan Dedikasi untuk Masyarakat

Keputusannya menggeluti dunia politik bukan sesuatu yang mengejutkan bagi mereka yang mengenalnya. Dia dikenal memiliki kepedulian sosial yang tinggi dan tidak pernah berpikir panjang ketika membantu orang lain. Dia memperlakukan semua orang dengan perhatian yang sama, tanpa melihat latar belakang maupun kedudukan.

Di tengah kesibukan dan tanggung jawab yang besar, keluarga selalu memiliki tempat khusus dalam hidupnya. Sesibuk apa pun aktivitas yang dijalani, Hayat selalu menyempatkan diri menghubungi anak-anaknya setiap hari, sekadar menanyakan kabar dan aktivitas yang sedang dijalani.

Kedisiplinan menjadi nilai lain yang melekat pada diri pria kelahiran Barru, 5 April 1965 ini. Mereka yang pernah bekerja bersamanya mengenal Hayat sebagai sosok yang sangat menghargai waktu dan selalu berusaha hadir tepat waktu dalam setiap agenda.

Di luar aktivitasnya sebagai birokrat maupun politisi, Hayat juga dikenal dekat dengan kesederhanaan. Pallu Mara, hidangan ikan berkuah asam khas Sulsel, menjadi makanan favorit yang selalu mengingatkannya pada kampung halaman.

Sebelum terjun ke politik, Hayat meniti karier panjang di birokrasi. Dia pernah menjabat Direktur Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial RI, Penjabat Wali Kota Parepare, hingga dipercaya menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan periode 2019-2022.

Pengalaman tersebut diperkuat dengan berbagai pendidikan dan pelatihan kepemimpinan aparatur negara. Hayat telah menyelesaikan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat IV hingga Tingkat I di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Jakarta. Atas pengabdiannya sebagai ASN, dia menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia untuk masa pengabdian 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun.

Perjalanan tersebut ditopang oleh latar pendidikan yang kuat. Setelah menamatkan pendidikan di SMA Negeri 1 Barru, dia melanjutkan studi di IKIP Ujung Pandang, meraih gelar magister di Universitas Gadjah Mada dan menyelesaikan program doktor di Universitas Hasanuddin. Hayat juga merupakan alumnus Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) Lemhannas RI tahun 2013.

Dari birokrasi hingga politik, perjalanan Abdul Hayat Gani menunjukkan satu hal yang konsisten: keinginan untuk terus memberi manfaat bagi masyarakat. Baginya, jabatan bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk memperjuangkan perubahan yang lebih luas bagi Sulawesi Selatan dan Indonesia.


Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network